Tantangan Baru di Musim Baru, Sanggup?





Menjelang bergulirnya kembali kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia, ISL 2015, klub-klub sepak bola yang menjadi pesertanya sudah melakukan persiapan dari jauh-jauh hari, tak terkecuali dengan Arema Cronus Indonesia. Tim berjuluk Singo Edan ini telah melakukan beberapa perombakan dengan harapan bisa menjadi lebih baik di musim depan.


Pematangan dari segala segi masih terus dilakukan Arema. Bahkan, guna menguji permainan skuad baru, dalam waktu dekat ini Arema akan melakoni pertandingan pra-musim, seperti Trofeo Persija pada 11 Januari mendatang.

Lalu, muncul sebuah pertanyaan dalam benak saya. Jika dalam kubu Arema sedang giat-giatnya melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik, apakah Aremania pun akan melakukan hal yang sama? Pasti, itu jawabannya.

Di musim lalu, Aremania berhasil memberikan warna baru dalam sejarah persepakbolaan tanah air. Di musim yang akan datang pun, saya yakin akan ada hal luar biasa lainnya yang lahir dari kreatifitas suporter Singo Edan ini.

Pada tulisan ini, saya ingin memberikan sebuah tantangan baru untuk para Aremania, terutama bagi Aremania yang biasa hadir di stadion saat Arema berlaga. Tantangannya cukup sederhana, tetapi sulit dilakukan. Saya berharap Aremania lah yang pertama kali berhasil melakukannya sepanjang musim kompetisi ISL 2015. Lalu, apakah tantangan baru tersebut?

Ya, tantangan baru Aremania adalah 'Stop Yel-yel Rasis'. Mungkin sebagian orang akan tertawa jika mendengar tantangan tersebut, karena memang sangat sederhana. Tetapi, berdasarkan pengamatan sederhana seorang Aremanita seperti saya, kelompok suporter atraktif sekelas Aremania di Indonesia, belum ada yang mampu mewujudkan gerakan 'Stop Yel-yel Rasis'.

Di sinilah solidaritas dan kedewasaan Aremania akan benar-benar diuji. Mengapa? Karena gerakan seperti ini masih menuai pro dan kontra dalam pihak Aremania. Banyak yang setuju, banyak pula yang menentang. Padahal, berangkat dari hal sederhana seperti inilah, kita bisa tumbuh menjadi suporter yang sebenarnya.

Untuk musim depan, biarlah hanya ada yel-yel penyemangat tanpa ada unsur rasis di dalamnya. Tidak ada kalimat "tidak mungkin bisa", karena untuk melahirkan kreatifitas sehebat musim lalu saja bisa, mana mungkin untuk sekedar menghilangkan gema yel-yel rasis tidak bisa? Pastilah Aremania bisa!!

Coba kita pikirkan dampak positif dari gerakan semacam ini. Minimal, tim kebanggaan kita tidak akan mengalami kerugian finansial hingga ratusan juta seperti pada musim sebelumnya. Itulah salah satu bukti cinta suporter kepada tim yang dibelanya.

Apabila tantangan sederhana ini berhasil dijawab oleh Aremania, saya yakin Aremania akan tumbuh menjadi suporter yang benar-benar hebat. Dengan tantangan baru ini, sanggupkah Aremania menjadi suporter pertama di Indonesia yang minus yel-yel rasis sepanjang musim kompetisi? Mari kita lihat jawabannya di musim kompetisi 2015 mendatang.

Salam Satu Jiwa.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment