Siswa Akademi Arema dalam aksinya sore ini (C) AKAIBARA
Sekitar 400-an siswa Akademi Arema menggelar doa bersama dan aksi keprihatinan terkait nasib sepakbola Indonesia, Kamis (16/4) sore. Acara yang digagas manajemen Arema ini bertempat di depan patung Singo Edan di Taman Trunojoyo depan kantor Arema.
Noorbastian selaku salah seorang pelatih Akademi Arema mengungkapkan bahwa aksi ini digelar secara spontanitas. Menurutnya, ini bentuk keprihatinan pemain muda melihat kondisi sepakbola Indonesia dewasa ini.
"Kegiatan ini sifatnya lebih merupakan aksi prihatin dengan melakukan doa bersama. Sama halnya dengan banyak suporter yang meluapkan dengan aksi demonstrasi," ungkapnya.
"Tapi aksi anak-anak ini sifatnya lebih mengetuk hati para pemimpin sepakbola kita, baik bapak Menpora, bapak-bapak di BOPI, maupun di PSSI, agar menyudahi konflik dan fokus menyelamatkan sepakbola kita," imbuh Noorbastian.
Acara ini diisi juga oleh tausiyah oleh Ustad Aji dari PPPA Darul Qur'an Kota Malang, dengan tema Tangguh dan Sukses Menghadapi Ujian dan Cobaan. Doa bersama ini ditujukan untuk menghindarkan Arema dari masalah-masalah yang selama ini membelit.
Noorbastian selaku salah seorang pelatih Akademi Arema mengungkapkan bahwa aksi ini digelar secara spontanitas. Menurutnya, ini bentuk keprihatinan pemain muda melihat kondisi sepakbola Indonesia dewasa ini.
"Kegiatan ini sifatnya lebih merupakan aksi prihatin dengan melakukan doa bersama. Sama halnya dengan banyak suporter yang meluapkan dengan aksi demonstrasi," ungkapnya.
"Tapi aksi anak-anak ini sifatnya lebih mengetuk hati para pemimpin sepakbola kita, baik bapak Menpora, bapak-bapak di BOPI, maupun di PSSI, agar menyudahi konflik dan fokus menyelamatkan sepakbola kita," imbuh Noorbastian.
Acara ini diisi juga oleh tausiyah oleh Ustad Aji dari PPPA Darul Qur'an Kota Malang, dengan tema Tangguh dan Sukses Menghadapi Ujian dan Cobaan. Doa bersama ini ditujukan untuk menghindarkan Arema dari masalah-masalah yang selama ini membelit.
ConversionConversion EmoticonEmoticon